Selamat Datang di 

Mading Digital Informasi JKN

"Dengan Informasi, Semua Teredukasi....."

 Silahkan pilih INFORMASI / PERMASALAHAN di bawah ini :

Butuh informasi lebih lanjut terkait PANDAWA/Care Center/Mobile JKN?

Silahkan klik icon di bawah ini :

 Untuk mencari Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, silahkan klik Link di bawah ini :

Isu Terkini : Hemodialisa Apakah di tanggung BPJS?

Semarang, Jamkesnews - Ada pepatah mengatakan jika sehat itu murah, namun menjadi mahal ketika sehat telah berubah menjadi sakit. Hal ini yang sekarang dirasakan Lilik Gunawan (57), warga Kota Semarang. Tak pernah terbayangkan olehnya, harus hidup berdampingan dengan terapi cuci darah atau hemodialisa.

Padahal sebelumnya, Lilik yang seorang supir lintas kota adalah sosok yang kuat dan bugar. Pekerjaannya memaksa dia harus mempunyai fisik yang sehat. Namun, akibat kebiasaan pola makan dan tidur yang tidak teratur, sehingga dia harus ikhlas menerima kenyataan jika ginjal nya sudah tidak berfungsi optimal.

Saat berobat di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), Lilik dilakukan pemeriksaan menyeluruh oleh dokter. Namun, melihat kondisi serta riwayat sakit yang berulang kali kambuh, Lilik dirujuk ke Rumah Sakit Pelita Anugerah untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut oleh dokter spesialis.

Lilik menjalani berbagai pemeriksaan laboratorium yang berlanjut dengan saran dokter agar dirinya menjalani cuci darah atau hemodialisa. Proses cuci darah ini merupakan prosedur pembersihan darah dari limbah-limbah hasil metabolisme tubuh dengan menggunakan alat yang disebut dengan hemodialyzer.

Lilik memerlukan prosedur ini atas kondisi ginjalnya tidak lagi berfungsi dengan baik. Padahal ginjal yang bekerja dengan baik berfungsi untuk mencegah timbulnya kelebihan cairan, produk sisa/ limbah, dan racun dalam tubuh. Ginjal juga membantu mengatur tekanan darah, kadar kimia serta elektrolit dalam darah, seperti garam dan kalium. Selain itu, ginjal menjadi tempat untuk mengaktifkan vitamin D guna meningkatkan penyerapan kalsium dalam tubuh.

Ketika ginjal gagal melakukan penyaringan, terjadilah penumpukan limbah, racun dan cairan dalam tubuh. Kondisi ini berisiko membahayakan kesehatan tubuh secara keseluruhan, maka dokter akan merekomendasikan proses cuci darah untuk mencegah berbagai komplikasi fatal.

Lilik sendiri, telah menjalani cuci darah sejak tiga setengah tahun ini, terjadwal dua kali seminggu setiap hari Selasa dan Jumat dengan waktu yang dibutuhkan kurang lebih empat jam untuk sekali prosedur.

“Saya merasa sangat terbantu dengan adanya BPJS Kesehatan. Saya tentunya tidak bisa membayangkan seandainya tidak ada program ini, dan saya tidak yakin bisa menjalani hemodialisa sampai bertahun-tahun,” ucapnya.

Selama menjalani rangkaian pengobatan serta prosedur cuci darah, Lilik menuturkan tidak ada kendala yang berarti baik di FKTP maupun rumah sakit. Baik perpanjangan rujukan, pelayanan obat, dan pemeriksaan lainnya tanpa ada iur biaya yang harus ia bayarkan. Bahkan, karena telah menjalani perawatan selama ini, pasien merasakan bahwa paramedis di ruang hemodialisa sudah seperti saudara baginya.

“Saya berharap, BPJS Kesehatan dapat terus dilanjutkan, karena masih banyak orang di luar sana yang membutuhkan. Kepada seluruh masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan masing-masing dengan menjaga pola hidup sehat dan istirahat yang cukup. Tak hanya itu, mari bersama-sama agar BPJS Kesehatan ini dapat terus berjalan dengan baik,” tutupnya. (dw/hm) 

BPJS Kesehatan Kantor Cabang Tegal

Jl. Teuku Umar, Debong Tengah, Kec. Tegal Selatan,

Kota Tegal, Jawa Tengah